Perlengkapan Sistem Tenaga di Gardu Induk Distribusi
Gardu Induk Distribusi merupakan pusat pembagi daya ke beban tertentu pada suatu daerah, dimana gardu ini terhubung ke beban melalui saluran atau jaringan distribusi. Fungsi utama dari Gardu Induk ini adalah menurunkan tegangan yang berasal dari saluran transmisi tegangan tinggi agar dapat disalurkan ke jaringan distribusi dengan tegangan yang sesuai. Pada artikel ini, saya akan menjelaskan mengenai apa saja perlengkapan yang dibutuhkan agar Gardu Induk ini dapat bekerja sesuai fungsinya.
1. Busbar (Rel)
Perlengkapan yang pertama adalah Busbar atau titik pertemuan dan penghubung antara transformator daya, saluran tegangan baik tinggi maupun rendah, dan peralatan listrik lainnya, dimana busbar ini memiliki fungsi untuk menerima dan menyalurkan daya listrik. Berdasarkan susunan dan kebutuhan breaker, terdapat 4 jenis busbar, meliputi:
a. Single Busbar
Susunan busbar ini merupakan susunan yang paling sederhana dan ekonomis. Namun, susunan ini mempunyai operasi penyaluran daya yang terbatas, dimana susunan Single Busbar ini hanya memiliki satu saluran yang terhubung pada seluruh pusat listrik. Jika terdapat kerusakan pada busbar, seluruh pusat listrik harus dipadamkan agar dapat dilakukan perbaikan.
b. Double Busbar dengan 1 Breaker
Susunan busbar ini disebut susunan busbar ganda yang dilengkapi dengan saklar pemutus dan saklar pemisah sebagai penghubung busbar 1 dan busbar 2. Terdapat dua metode dalam penghubungan kedua busbar tersebut yaitu terpisah dan paralel, dimana pengaturan penggunaan metode tersebut dapat dilakukan dengan menutup atau membuka pemutus tenaga kopel. Dengan susunan busbar ini, operasi penyaluran daya memiliki fleksibilitas yang cukup baik untuk menanggapi gangguan.
c. Double Busbar dengan 2 Breaker
Susunan busbar ini berupa busbar ganda yang memiliki 2 buah pemutus tenaga, dimana dengan adanya dua pemutus tenaga, perpindahan beban dari busbar 1 ke busbar 2 dapat dilakukan tanpa pemadaman dengan menutup (normally closed) breaker yang dituju dan membuka (normally open) pemutus tenaga yang ditinggalkan. Agar susunan ini dapat bekerja optimal, fasa dan tegangan kedua rel harus sama.
d. Double Busbar dengan 1½ Breaker
Susunan busbar model ini cukup rumit, tetapi memiliki keefisienan dan fleksibilitas tinggi, dimana busbar ganda ini didukung dengan 3 buah pemutus tenaga diantara dua busbar tersebut. Dengan susunan busbar seperti ini apabila terdapat gangguan, sistem masih dapat menyalurkan daya secara penuh.
2. Transformator Daya
Trafo daya merupakan komponen listrik yang memiliki fungsi untuk mentransformasikan daya listrik dengan merubah besaran tegangannya, dengan frekuensi tetap. Trafo ini merupakan peralatan utama pada Gardu Induk, dimana fungsi utama dari gardu induk yaitu menurunkan tegangan tinggi ke tegangan distribusi dapat dilakukan oleh trafo ini. Trafo daya ini juga dilengkapi dengan Neutral Grounding Resistance (NGR) yang berfungsi sebagai pentanahan transformator.
3. Lightning Arrester
Lightning arrester merupakan peralatan proteksi yang terletak di bagian paling depan dari sebuah gardu induk, dimana peralatan ini berfungsi sebagai pengaman utama terhadap trafo dari tegangan surja akibat sambaran petir. Sambaran petir pada jaringan hantaran udara sistem tenaga listrik dapat menimbulkan kenaikan tegangan sesaat yang besar dan dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik yang ada di gardu induk. Oleh karena itu, dibutuhkan Lightning Arrester sebagai pelindung yang akan mengalirkan surja petir ke tanah.
4. Line Switch
Line switch merupakan peralatan listrik berupa saklar yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus saluran yang menuju trafo. Saklar ini akan berada dalam kondisi tertutup (normally close) pada pengoperasian normal dan saat ada perbaikan, line switch akan berada dalam kondisi terbuka (normally open) agar arus tidak mengalir ke CB.
5. Ground Switch
Ground switch merupakan peralatan listrik berupa saklar yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus saluran grounding, dimana saklar ini digunakan ketika dilakukan perbaikan pada peralatan yang ada di gardu induk. Saat ada perbaikan, sistem peralatan pada gardu induk akan dihubungkan ke ground atau kondisi Ground Switch tertutup.
6. Current Transformer (CT)
Current transformer (CT) merupakan transformator instrumen yang ada pada gardu induk, dimana trafo ini bekerja sebagai penurun nilai arus dari sistem menjadi arus pengukuran untuk relay proteksi. Jika relay proteksi mendeteksi adanya nilai arus yang melewati arus nominal, maka relay proteksi (CB) akan memutuskan aliran listrik dan saat arus yang terukur pada CT normal, relay proteksi akan menghubungkan kembali aliran listrik.
6. Potential Transformer (PT)
Potential transformer (PT) memiliki fungsi dan susunan yang hampir sama dengan CT, hanya saja parameter yang diukur adalah tegangan, dimana tegangan yang diukur levelnya di bawah CCPD atau Coupling Capacitor Potential Devuce yang mempunyai rating 48kV/120V, 14.4kV/120V dan 13,8kV/120V.
7. Circuit Breaker (CB)
Circuit breaker merupakan peralatan sistem tenaga yang berfungsi sebagai pemutus hubungan antara sisi sumber tenaga listrik dan sisi beban atau saluran distribusi, dimana peralatan ini bekerja secara otomatis, saat CB mendeteksi adanya gangguan maka saluran listrik akan diputus. Pemutusan kontak tersebut dapat menimbulkan medan elektrik di antara kontak, sehingga terjadi ionisasi pada medan elektrik yang mengakibatkan munculnya arc atau api.
8. Disconnecting Switch (DS)
Disconnecting switch merupakan peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi sebagai saklar pemisah, dimana saklar ini dapat memutus dan menyambung rangkaian dengan arus yang rendah (±5A). Biasanya saklar ini dipakai saat ada perbaikan. DS ini harus dioperasikan tanpa arus, agar tidak terjadi kerusakan atau bahaya akibat pemisahan saluran listrik.
9. Relay Proteksi
Relay Proteksi merupakan peralatan listrik pada gardu induk yang digunakan sebagai sensing atau kontrol dari gangguan, dimana peralatan ini akan memerintahkan CB untuk melakukan pemutusan atau penghubungan sistem. Input arus dan tegangan yang dibaca oleh relay berasal dari output sekunder CT dan PT, dimana saat arus atau tegangan yang terukur melebihi ketentuan yang ada, maka relay proteksi akan memerintahkan CB untuk memutus rangkaian.
10. Kompensator
Kompensator merupakan peralatan listrik yang berfungsi sebagai pengatur jatuh tegangan pada saluran transmisi atau pada transformator, dimana dapat dilakukan perbaikan faktor daya dan menurunkan rugi-rugi daya. Pada Gardu Induk, kompensator terbagi menjadi dua macam, ada yang berputar dan ada yang diam. Kompensator yang berputar adalah kondensator sinkron dan kondensator asinkron, sedangkan yang diam adalah kondensator statis atau kapasitor shunt dan reaktor shunt.
Comments
Post a Comment